Warga Mengeluh Bau, Camat: Sebaiknya Dicek di Laboratorium

0
327

Reporter: Muhamad Fatoni

kilasbojonegoro.com – Warga Dusun Dawung Desa Mojodelik Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro melaporkan adanya warga yang mengeluh kebauan hingga merasa lemas, Minggu (18/3/2018).

Warga tersebut atas nama Samini (45), Warsiti (51), Kharisma Yogi Wulandari (17). Keseluruhan warga yang mengeluh merupakan keluarga Sukarji yang sebelumnya pernah beberapa kali melaporkan kejadian yang sama sejak 2016 lalu.

“5 menit setelah laporan, tim kesehatan dari Pusat Informasi Kesehatan (PIK) Desa Mojodelik langsung mendatangi dan memeriksa kondisi warga yang mengeluh. Tim mengaku tidak mencium bau saat tiba di lokasi,” tutur manajer program PIK, Damar.

Tidak puas dengan penanganan tim medis, Karji, yang merupakan suami dari Warsiti meminta agar istrinya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padangan. Jam 15.40 WIB Warsiti dibawa menggunakan ambulans tim PIK untuk dirujuk ke RSUD Padangan. Di RSUD Padangan pasien mendapat pemeriksaan dari dokter, setelah itu dokter memperbolehkan yang bersangkutan untuk pulang.

“Dokter berpendapat bahwa pasien tidak apa-apa, hanya butuh istirahat,” ungkap Damar.

Namun Karji menginginkan istri dan lainnya dirawat inap. Meski dokter RSUD Padangan tidak merekomendasikan hal tersebut, dia tetap bersikeras.

“Saya ingin istri saya dirawat di sini, juga harus diinfus,” ungkap Karji dengan nada kesal.

Akhirnya dokter mempersilakan pasien untuk rawat inap. Karji juga meminta perawat memasangkan infus pada istrinya, meski dokter tidak menyarankan.

“Tapi akhirnya mereka pulang, tidak jadi dirawat,” ungkap petugas keamanan Rumah Sakit yang sempat bersitegang dengan pemuda yang mengaku dari salah satu LSM.

Mendapati informasi ini, Camat Gayam, Akhmad Yusuf mendatangi rumah keluarga Karji. Kepada Karji, Camat merekomendasikan untuk memeriksakan kondisi anggota keluarganya ke Rumah Sakit yang bisa melakukan pemeriksaan secara komprehensif dengan peralatan lengkap.

“Biar kita sama-sama tahu, kondisinya secara gamblang, dan tentunya mendapatkan penanganan yang sesuai,” ungkap Camat.

Camat Gayam berusaha memediasi warga agar mendapat penanganan yang maksimal. Menanggapi anjuran Camat, Karji akhirnya sepakat untuk membawa keluarganya tersebut ke RSUD Dr. Moewardi Solo.

“Tapi setelah itu keluarga membatalkan kesepakatan dan nggak jadi berangkat,” ucap seorang warga yang menyaksikan kejadian itu.

Sementara itu, Juru bicara EMCL Rexy Mawardijaya menyatakan bahwa kegiatan operasi di Lapangan Banyu Urip berlangsung normal selama hari kemarin. Dia juga mengatakan, EMCL tidak sedang melaksanakan kegiatan yang menimbulkan potensi bau ke warga sekitar.

Selain Camat, Lurah Mojodelik, anggota Polsek, Pamobvit serta Posramil Gayam juga datang menemui warga yang melapor. (red/oni)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here