Resmikan Gerakan Rintisan Energi Terbarukan di Desa Gayam

0
93

Reporter : Didik Jatmiko

KilasBojonegoro.com – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Satya W. Yudha meresmikan Program Pengembangan Biogas sebagai Gerakan Rintisan Energi Terbarukan di Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur pada Selasa (15/5/2018). Ketua Kaukus Ekonomi Hijau ini juga melakukan dialog dengan warga pengguna biogas di desa setempat.

Menurut Satya, saat ini Indonesia masih mengimpor Liquified Petroleum Gas (LPG). Tahun 2017 saja, Indonesia mengimpor 5 juta ton LPG dari beberapa negara. Tentu saja ketergantungan ini tidak menguntungkan. Kata dia, “kita harus mengupayakan energi alternatif seperti biogas ini.”

Hingga saat ini, sudah ada 134 rumah pengguna biogas di Kecamatan Gayam. Jumlah ini dianggap Satya cukup menggembirakan. “Terima kepada Bu Endang yang telah mau memanfaatkan program Biogas,” ucap dia kepada seorang warga.

Endang, 56 tahun, warga Dusun Sumur Pandan, Desa Gayam. Sejak 2014 dia telah memanfaatkan biogas dari kotoran sapi di belakang rumahnya. “Saya mendapat biogas ini dari ExxonMobil,” katanya singkat.

Sehari-hari Endang sering mendapat pesanan katering. Dengan menggunakan biogas, setiap bulan dia bisa menghemat tiga tabung melon LPG. “Usaha saya sangat terbantu dengan menggunakan biogas ini,” imbuhnya.

Bahkan biogas Endang sudah disalurkan ke rumah tetangganya. Kotoran dari tiga ekor sapi di rumahnya sudah mampu menghidupkan kompor dua rumah. “Ini sangat aman dan menguntungkan,” ucapnya lirih.

Penjabat Bupati Bojonegoro melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nurul Azizah pada kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) yang telah membantu warga sekitar. Pencapaian jumlah pengguna biogas patut dipertahankan. “Dari aspek lingkungan, ini bagus,” ujarnya.

Selain di Bojonegoro, ExxonMobil juga mengembangkan biogas di Desa Glodok, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Total di dua kabupaten ini, ExxonMobil telah membangun 176 reaktor biogas.

Pencapaian ini diapresiasi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur yang hadir pada acara tersebut. Hal senada disampaikan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur. Begitu pula Wakil Kepala SKK Migas Sukandar mengatakan, “Ini percontohan yang bagus, kerja baik ExxonMobil yang perlu kita apresiasi.”

Kapolres Bojonegoro dan sejumlah pejabat daerah nampak dalam acara. Sebelum peresmian, para tamu diajak untuk melihat biogas di sebuah rumah warga. Mereka juga melihat bagaimana biogas bisa menjadi lampu penerangan rumah.

Sekaligus dalam peresmian ini, ExxonMobil memberikan penghargaan kepada para perintis energi terbarukan. Mereka adalah Kepala Desa Gayam, Winto dan warganya Sukoco, serta Kepala Desa Glodok, Sudjianto dengan warganya Adi Subandi. Mereka dianggap telah berhasil mengembangkan biogas menjadi lebih bernilai ekonomi.

Di Desa Glodok, Kepala Desa dan warga mengembangkan ampas biogas (slurry) menjadi produk pupuk organik yang dilabeli Super Glonik. Warga yang tergabung dalam kelompok Tunas telah memasarkan Super Glonik ke berbagai daerah.

Sedangkan di Desa Gayam yang tergabung dalam Kelompok Konco Pari, warga mulai menggunakan slurry untuk membuat demplot pertanian organik. [dik]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here