Rekrutmen Sekuriti Proyek JTB ‘Blok-Blokan’

0
711
Foto: Sekretaris Desa Pelem, Yatemo

Reporter: Muhamad Fatoni

kilasbojonegoro.com – Proses perekrutan tenaga kerja (naker) Proyek Gas Unitisasi Jambaran Tiung Biru (JTB) di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur dinilai kurang transparan. Demikian disampaikan Sekretaris Desa (Sekdes) Pelem, Yatemo, Selasa (6/3/2018).

“Menurut saya kurang transparan,” ujarnya pada Reporter kilasbojonegoro.com.

Dia mengungkapkan, beberapa waktu lalu, Operator Lapangan Gas Unitisasi JTB, Pertamina EP Cepu (PEPC) telah melakukan rekrutmen belasan sekuriti, namun tidak melibatkan warga Pelem. Hal ini, menurutnya, sangat tidak adil mengingat desa setempat merupakan terdampak Proyek Gas JTB.

“Sekitar 12 sekuriti. Tapi, semuanya dari Desa Bandungrejo Kecamatan Ngasem,” ungkapnya.

Dari kejadian itu, dirinya menilai bahwa proses rekrutmen naker terkesan blok-blokan. Hal tersebut dirasa tak sesuai dengan kesepakatan bersama antara PEPC dengan pihak desa.

“Dulu perjanjiannya seperti ini, apabila PEPC maupun rekanannya membutuhkan naker, maka akan dikoordinasikan dengan desa. Tapi ini tidak,” cetusnya.

Kondisi demikian, kata Yatemo tidak bagus dan bisa menimbulkan gejolak sosial di kemudian hari.

Pihaknya berharap, kedepannya PEPC maupun kontraktor rekanannya bersikap adil dan transparan dalam perekrutan tenaga kerja. Sehingga, hak warga terdampak Proyek Gas JTB terpenuhi.

Public Government Affair and Relation PEPC, Kunadi belum memberikan jawaban saat dikonfirmasi perihal tersebut. (red/oni)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here