Rekrutmen Naker dan Peluang Bisnis Proyek JTB

0
538

Reporter: Muhamad Fatoni

kilasbojonegoro.com – Konsorsium PT Rekayasa Industri (Rekind) – Japan Gas Corporation Indonesia (JGCI) berkomitmen melibatkan warga lokal untuk berpartisipasi dalam pembangunan Proyek Gas Unitisasi Jambaran Tiung Biru (JTB) di wilayah Kabupaten Bojonegoro.

Komitmen tersebut akan direalisasikan melalui penyerapan tenaga kerja (naker) dan peluang pemberdayaan bisnis lokal.

Site Manager Rekind Zainal Arifin menyampaikan kesediannya mengakomodir keinginan warga lokal untuk terlibat langsung di Proyek JTB. Asalkan sesuai dengan prosedur yang ditentukan.

Zainal mengungkapkan, pembangunan proyek Fasilitas Pemrosesan Gas (Gas Processing Facility/GPF) JTB diperkirakan mampu menyerap sekira 3.000 naker tak berkeahlian khusus (unskill). Sehingga, mengenai proses perekrutan naker itu akan dikoordinasikan bersama pemerintah desa di sekitar Proyek JTB.

“Untuk unskill kita berkoordinasi dengan kepala desa,” ungkapnya saat sosialisasi rencana kerja dan rekrutmen naker di Pendopo Kecamatan Purwosari Bojonegoro, Selasa (27/3/2018).

Sementara terkait mekanisme rekrutmen naker skill dan semi skill, kata Zainal, satu pintu melalui Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro.

“Semua rekrutmen Proyek JTB tidak dipungut biaya,” katanya.

Zainal Arifin juga membeberkan berbagai peluang pemberdayaan bisnis lokal. Mulai pekerjaan sipil untuk pioneer, pemasangan pagar keliling area GPF, pekerjaan site preparation GPF, pekerjaan site preparation lokasi ROW pipeline, pembangunan, temporary facility, jasa medical check-up, transportasi dan catering.

“Proses pekerjaan, pengadaan barang dan jasa melalui proses tender,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Disperinaker Bojonegoro Agus Supriyanto menyatakan siap memfasilitasi hal tersebut.

“Informasi akan kita sampaikan melalui website (www.matohkarir.com) dan kepala desa,” ungkap Mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bojonegoro ini.

Untuk diketahui, pelaksanaan proyek yang dioperatori PT Pertamina EP Cepu (PEPC) ini berlangsung selama 36 bulan atau sekitar 3 tahun. (red/oni)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here