Puluhan Perajin Batu Bata Hentikan Produksi

0
151

Reporter: Muhamad Fatoni

kilasbojonegoro.com – Puluhan perajin batu bata merah di wilayah Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro terpaksa menghentikan produksinya selama musim hujan berlangsung.

Sulitnya mendapatkan bahan baku dan proses pengeringan menjadi alasan utama mandeknya produksi material bangunan tersebut.

Joko Supriyanto, perajin batu bata merah di Desa Dengok Kecamatan Padangan mengaku, sejak memasuki musim hujan tahun ini, ia bersama lebih dari 35 perajin tidak memproduksi batu bata merah.

Selain bahan baku pembuatan batu bata yang diambil dari bantaran bengawan terendam banjir, lanjut Joko, proses pengeringan batu bata merah juga membutuhkan waktu sangat lama.

“Kendalanya di bahan baku dan proses pengeringan,” ujarnya kepada Reporter kilasbojonegoro.com, Rabu (7/3/2018).

Joko mengungkapkan, pada musim kemarau lalu, dia dan para perajin lainnya sengaja menggenjot produksinya. Ini supaya pada musim hujan seperti sekarang tiba, perajin masih bisa menjualnya.

Seperti pada musim kering lalu, dalam sehari Joko mampu memproduksi batu bata merah sekitar 1.000 hingga 1.500 buah. Sehingga, saat ini dia masih mempunyai cadangan untuk dijual.

“Kurang lebih sekitar 25.000 buah batu bata siap jual,” ungkap bapak tiga anak ini.

Untuk harga batu bata merah di musim penghujan ini, Joko Supriyanto menyebut sangat variatif. Tergantung kualitas barangnya. “Variatif, mulai Rp400 ribu hingga Rp500 ribu/seribu batu bata,” katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan perajin batu bata merah di Desa/Kecamatan Padangan, Aan. Menurutnya, apabila di musim hujan perajin tetap memproduksi batu bata merah, maka dipastikannya merugi.

“Rugi tenaga dan biaya. Karena kalau hujan harus bolak balik menutupi hasil cetakan yang dikeringkan,” ucapnya.

Dengan kondisi demikian, saat ini sebagian perajin batu bata merah di wilayah setempat beralih ke profesi lain untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. (red/oni)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here