Lifting Migas Nasional Lampaui Target

0
181

kilasBojonegoro.com – Lifting minyak dan gas bumi (migas) nasional yang ditetapkan pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016 melampaui target.

Sesuai APBN-P 2016, produksi migas itu ditargetkan sebesar 820.000 barel per hari (bph) dan gas 6.438 milion metric standard cubic feet per day (MMSCFD /juta kaki kubik per hari). Sementara, realisasi lifting sampai bulan lalu mencapai 822.000 bph untuk minyak dan 6.643 MMSCFD untuk gas.

Baca Berita Lainnya : Minta Deteksi H2S Blok Cepu di Mojodelik Diperbanyak

Kepala Bagian Humas SKK Migas Taslim Z Yunus mengatakan, salah satu lapangan yang berkontribusi signifikan atas pencapaian lifting minyak tahun ini adalah Lapangan Banyuurip Blok Cepu.

”Train B pada proyek Banyuurip sudah mulai berproduksi pada kapasitas penuh 185.000 bph sejak Januari 2016,” ungkap Taslim.

Dia menyebut, kontributor terbesar lifting minyak lainnya adalah Blok Rokan, Pertamina EP, Mahakam, dan Offshore Northwest Java (ONWJ). Sedangkan lima kontributor terbesar untuk gas adalah Blok Mahakam, Berau, Pertamina EP, Corridor, dan Senoro-Toili.

Taslim menjelaskan, produksi migas tersebut berasal dari 67 wilayah kerja migas yang sudah berproduksi. Sebagian besar lapangan migas pada wilayah-wilayah kerja tersebut sudah dikategorikan sebagai lapangan tua (mature field) dengan produksi yang terus menurun secara alamiah.

Kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang mengerjakan wilayah kerja ini melakukan tiga program utama untuk menekan laju penurunan produksi alamiah, yaitu pengeboran sumur pengembangan, kerja ulang (work over), dan perawatan sumur (well service).

”Dari awal tahun sampai akhir November, KKKS produksi telah mengerjakan 212 pengeboran sumur pengembangan, 1.055 kegiatan work over, dan 33.925 kegiatan perawatan sumur,” paparnya.

Kegiatan-kegiatan tersebut berhasil mengurangi laju penurunan produksi alamiah dari lapangan-lapangan tua tersebut. Sedangkan untuk benar-benar menambah cadangan dengan signifikan, lanjut dia, satu-satunya cara adalah dengan melakukan eksplorasi dan mengembangkan sumber cadangan baru.

Demi kegiatan eksplorasi, sambungnya, dari Januari sampai November 2016, kontraktor telah melakukan 10 survei seismik, 11 survei nonseismik, 36 pengeboran sumur eksplorasi dan tiga reentry sumur eksplorasi. (oni)

Sumber: http://m.okezone.com/read/2016/12/24/320/1574893/lifting-migas-lampaui-target

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here