Kontraktor Lokal Ring I Blokade Akses EMCL

0
1172

 

Reporter: Achmad Abidin

kilasbojonegoro.com – Sejumlah kontraktor lokal di wilayah Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro hari ini memblokade akses ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Jumat (10/3/2017). Mereka menempatkan dua mobil di tengah jembatan layang (fly over) dengan posisi melintang.

Setelah memblokade, pimpinan perusahaan lokal itu mendatangi kantor EMCL (PB-14, red) di Jalan Raya Bojonegoro-Cepu KM. 25 Desa Bonorejo Kecamatan Gayam untuk mengklarifikasi perihal tersebut. Mereka dikawal ketat oleh belasan Pasukan Pengamanan Khusus (Pamsus) Objek Vital Nasional (Obvitnas) bersenjata lengkap. Juga sejumlah sekuriti.

Koordinator Aksi, Hadi mengungkapkan, pemblokadean dilakukan karena rekanan EMCL di Proyek Engineering, Procurement, and Construction (EPC) 5 Banyuurip Blok Cepu, PT Hutama Karya (HK) belum membayarkan tunggakan pembayaran (invoice) kepada sejumlah kontraktor lokal dari 2015 sampai sekarang.

“Untuk invoice CV. Jawa Ekpress dan PT. Jawa Ekpress Indogas lebih dari Rp. 1,5 miliar,” ungkapnya kepada reporter kilasbojonegoro.com.

Hadi menuturkan, permasalahan ini akan diselesaikan bersama EMCL, selaku Operator Lapangan Minyak dan Gas Bumi (Migas) Banyuurip Blok Cepu.

“Senin depan akan dilakukan pertemuan antara HK, EMCL dan kami (kontraktor lokal) di kantor EMCL,” tutur Direktur Utama PT Jawa Ekpress Indogas tersebut.

Dikonfirmasi di tempat yang sama, Direktur CV. Chandra Kharisma, Jaswadi mengancam akan memblokade akses utama menuju Lapangan Banyuurip Blok Cepu jika dalam pertemuan itu tidak membuahkan hasil.

“Kalau Senin besok tidak ada pembayaran dari HK, terpaksa kita blokade lagi,” ancam Jaswadi.

Sementara itu, Juru bicara dan Humas EMCL di Bojonegoro, Rexy Mawardijaya menjelaskan, kontrak Proyek EPC 5 Banyuurip Blok Cepu adalah antara EMCL dan PT Rekayasa Industri (Rekind)-Hutama Karya (HK). EMCL tidak terlibat dalam kontrak antara RH dengan para sub-kontraktornya.

Secara prinsip, lanjut Rexy, EMCL dan Rekind-HK telah sepakat melakukan pembayaran atas nilai dan biaya yang ada dalam kontrak. Tetapi, pembayaran atas nilai harga yang di luar komitmen kontrak awal yaitu yang termasuk dalam perubahan lingkup kerja (PLK) belum dapat dipastikan, tergantung pada persetujuan penambahan anggaran dari SKK Migas.

“EMCL bersama SKK Migas terus berupaya untuk segera mendapatkan solusi tambahan anggaran. Kami menghimbau para sub-kontraktor untuk terus berkoordinasi dengan Rekind-HK guna mencapai kesepakatan rencana pembayaran,” jelasnya. (abd/roz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here