Desa Baureno Bertekad Jadi Sentra Industri Tanaman

0
92
Foto: Pembubidaya

Reporter: Muhamad Fatoni

kilasbojonegoro.com – Kesadaran warga Desa/Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur dalam melestarikan lingkungan hidup semakin nyata. Terbukti, beberapa warga setempat saat ini menekuni pembibitan dan budidaya tanaman baik tanaman keras, bunga dan tanaman buah.

Koordinator pembibitan dan budidaya tanaman di Desa Baureno, Khairul (40) mengungkapkan, konsep pembibitan tanaman itu cukup sederhana. Yakni dengan memanfaatkan lahan kosong di sekitar pekarangan rumah warga.

Khairul berprinsip, apabila budidaya tanaman tersebut dilakukan dengan sungguh-sungguh serta kerja sama yang baik maka akan menuai hasil.

“Seperti sekarang ini, hasilnya sudah bisa kami rasakan,” ungkapnya pada kilasbojonegoro.com, kemarin sore.

Khairul menyebut, setidaknya saat ini di Baureno sudah ada tujuh titik lahan pembibitan dan budidaya tanaman.

Suparno (56), pembudidaya tanaman lainnya mengaku mendapatkan hasil dari kegiatan tersebut. Dalam sehari misalnya, dia meraup untung antara Rp70.000 – Rp100.000 dari penjualan tanaman yang ditanamanya. Belum lagi kalau ada permintaan lain yang nilainnya mencapai belasan juta.

“Alhamdulillah, setiap hari selalu ada yang membeli,” ungkapnya bersyukur.

Di pekarangan rumah Pakdhe Jabrik juga terdapat berbagai tanaman hias seperti pohon bonsai serut dan randu varigata berukuran besar. Harganya, kata Pakdhe Jabrik, lumayan mahal.

Selain budidaya tanaman, pria paruh baya tersebut juga memproduksi pot dan pupuk organik.

Tak hanya itu saja, melalui Paguyuban Tunggak Semi, berbagai jenis bonsai telah dibudidayakan oleh warga Desa Baureno secara profesional.

Berkembangnya usaha pembibitan dan budidaya tanaman ini tak terlepas dari dukungan pemerintah desa setempat.

Saat dikonfirmasi kilasbojonegoro.com, Kepala Desa Baureno, Sukarno membenarkan hal tersebut. Sukarno sendiri mengaku senang dan bangga dengan usaha yang ditekuni warga.
Sebab, hal ini sejalan dengan angan-angannya.

Pembibitan dan budidaya berbagai tanaman ini, kata Sukarno, memang mempunyai nilai ekonomis. Sehingga, dapat membantu perekonomian warga setempat.

Sukarno sendiri pun mengaku pernah mengajak para pembudidaya tanaman ke Kediri, Malang dan Kota Batu untuk meningkatkan kapasitasnya.

Untuk itu, kini, ia bersama warga desa yang mempunyai usaha pembibitan tanaman bertekad menjadikan Desa Baureno menjadi desa sentra industri tanaman. Ini supaya dapat mendongkrak perekonomian warga.

“Dalam waktu dekat, kami akan memfasilitasi hasil budidaya tanaman dari warga dengan mendirikan beberapa tempat penjualan di bawah naungan BUMDes, tentu dengan penyertaan anggaran yang terukur dan bisa dipertanggungjawabkan,” ungkap Sukarno.

Pihaknya berharap, desanya mampu menjadi pelopor penghasil tanaman yang bermanfaat untuk Kecamatan Baureno. Terlebih bisa se kabupaten dengan sistem kemitraan. Baik dinas maupun perusahaan.

“Cita-cita kami, Desa Baureno kelak mampu menjadi desa industri tanaman semacam di Ngadiluwih Kediri dan Sidomulyo Batu. Selain bermanfaat menjaga kelestarian lingkungan hidup, tentu juga menghasilkan keuntungan bagi desa dan warga secara mandiri,” pungkasnya optimistis. (red/oni)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here