Banjir Kepung Bojonegoro, BPBD Tingkatkan Status Siaga III

0
105

kilasBojonegoro.com – Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur terus naik tiap jamnya. Berdasarkan data dari alat penunjuk terpasang di Taman Bengawan Solo (TBS) Kota Bojonegoro, TMA pada pukul 06.00 WIB menunjukan angka 14.96 peilschaal.

Selanjutnya, pada pukul 07.00 WIB menyentuh angka 14.99 peilschaal. Pukul 08.00 WIB naik menjadi 15.02 peilschaal, dan pukul 09.00 WIB naik menjadi 15.04 peilschaal.

Melihat kondisi demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menetapkan status siaga merah atau siaga III.

“Situasi Bengawan Solo saat ini pada posisi siaga merah (siaga III) dengan trend naik,” ungkap Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bojonegoro Sukirno, Kamis (1/12/2016).

Sukirno menjelaskan, meningkatnya trend air dipengaruhi oleh beberapa faktor. Selain mendapat kiriman air dari daerah hulu, intensitas hujan di lokal cukup tinggi.

Kondisi tersebut membuat sejumlah desa/kelurahan di wilayah setempat dilanda banjir. Tercatat sekira 96 desa di 15 kecamatan tergenang air dengan ketinggian antara 40 hingga 80 cm.

Di antaranya Desa Ngablak Kecamatan Dander, Desa Sranak Kecamatan Trucuk, Desa Sambiroto dan Bogo Kecamatan Kapas, Desa Mojo Kecamatan Kalitidu, Kelurahan Ledok Kulon, Jetak, Ledok Wetan, Mulyoagung, Banjarejo, Campurejo dan Semanding Kecamatan Kota Bojonegoro.

Selain pemukiman, banjir juga merendam ratusan hektar lahan pertanian, sawah, dan tambak.

Masyarakat terdampak banjir diimbau mengungsi di tempat pengungsian yang telah disediakan Pemkab Bojonegoro. Di beberapa titik pengungsian juga telah disediakan dapur umum.

Kini, untuk mencegah meluapnya banjir, tim BPBD telah menyiapkan karung berisi pasir yang digunakan untuk menutup pintu-pintu darurat. Pintu air darurat itu berjumlah sekira 85 unit dan berada di tanggul barat dan utara Kota Bojonegoro.

Berdasarkan pendataan sementara dari BPBD, kerugian akibat banjir mencapai sekira Rp7 miliar. (gus/roz)

Caption foto: Sebuah rumah semi permanen milik warga Banjarsari Kecamatan Trucuk yang difungsikan sebagai dapur hanyut terbawa arus. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here